Tangerang Selatan – Suasana khidmat bercampur antusiasme menyelimuti lingkungan sekolah saat ratusan siswa kelas 7 dan 8 mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang dirancang untuk memperkuat karakter dan spiritualitas ini berlangsung dalam dua gelombang, yakni tanggal 9-10 Maret 2026 untuk kelas 7, dan dilanjutkan pada 11-12 Maret 2026 untuk kelas 8.
Modernitas nampak jelas sejak awal kegiatan. Seluruh peserta melakukan registrasi melalui scan barcode untuk absensi kehadiran, mencerminkan kesiapan siswa dalam beradaptasi dengan sistem digital sekolah. Keseruan pun dimulai dengan pembukaan acara yang dibawakan secara bilingual (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris), menunjukkan semangat wawasan global yang tetap berpijak pada nilai religius.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Aurelia Nanda Azizan serta saritilawah oleh Balqis Alexia Xaviera kelas 7.5 berhasil menghidupkan suasana syahdu sebelum acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Bapak Alwi Sujatna, M.Pd.

Setiap harinya, kegiatan diawali dengan Shalat Dhuha berjamaah yang dilanjutkan dengan program Khataman Juz 28 secara bertahap:
- Hari Pertama: Membaca Surah Al-Mujadalah hingga As-Saff.
- Hari Kedua: Melengkapi hingga Surah At-Tahrim.
Tak hanya mengaji, para siswa juga dibekali materi yang relevan dengan kehidupan masa kini. Di kelas 7, narasumber Ida Damayanti, S.Pd., Marlena, S.Pd., Susanto, S.Pd., dan Yayan Supriyatna, S.Pd. membedah tema “Manajemen Hati” tentang pentingnya ikhlas dan adab di era digital dan tema “The Power of Giving” yang menekankan pentingnya sedekah dan empati.




Gema wahyu Ilahi menandai dimulainya kegiatan Pesantren Ramadhan kelas 8. Duet ananda Adnan Adika Putra kelas 8.3 sebagai qori dan Sultan Irsyad Ihsan Fauzi kelas 8.2 sebagai pembaca saritilawah berhasil menghadirkan nuansa spiritual yang kental, menjadi pembuka jalan bagi rangkaian ibadah dan tholabul ilmi selama beberapa hari ke depan. Dwi Widayanti, S.Psi., Lia Indriati, S.Pd., M.Pd., Riza Giefary, S.PdI., dan Darmiyati, S.Pd. sebagai narasumber Pesantren Ramadhan kelas 8




Prinsip inklusivitas tetap menjadi prioritas. Bagi siswa non-muslim, kegiatan dilakukan dengan pendalaman ajaran agama masing-masing, sementara siswa yang berhalangan hadir karena sakit tetap mendapatkan penugasan mandiri agar nilai-nilai Ramadhan tetap tersampaikan. Di akhir sesi, keceriaan memuncak saat pembagian kuis Ramadhan, doa bersama, hingga pembagian paket MBG (Makan Bergizi Gratis) untuk satu minggu ke depan.

Kesuksesan acara ini tak lepas dari peran aktif serta respon cepat para wali kelas 7 dan 8 yang terus berkolaborasi memastikan setiap detail kegiatan berjalan lancar. Antusiasme murid yang tinggi menjadi bukti bahwa Pesantren Ramadhan bukan sekadar rutinitas, melainkan momen transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik.
Semoga semangat “Gema Iman” ini terus membekas di hati seluruh siswa, tidak hanya di bulan Ramadhan, tapi juga dalam keseharian mereka sebagai generasi penerus bangsa.
Penulis : Ida Damayanti, S.Pd.,M.Pd.
Dokumentasi : Sekbid 6 OSIS SMPN 1 Tangsel
