Tangerang Selatan – Langit pagi di hari Jumat, 23 Januari 2025, tidak sedang cerah. Rintik hujan mulai membasahi bumi sejak fajar menyingsing, menyelimuti UPTD SMP Negeri 1 Kota Tangerang Selatan dengan suasana sejuk yang tak biasa. Tepat pukul 07.00 WIB, saat panitia bersiap membuka acara, intensitas hujan justru meningkat, membasahi lapangan sekolah yang sedari awal telah dipersiapkan dengan rapi.

Meski lapangan tergenang, semangat panitia, OSIS dan para siswa tidak luntur. Panggung utama tetap berdiri kokoh dan kering, namun tantangan muncul: di mana ribuan murid akan duduk? Di tengah situasi yang sempat membingungkan, “keajaiban” kecil terjadi melalui kerja sama.

Dengan niat tulus untuk tetap memuliakan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, pihak sekolah dibantu OSIS bergerak cepat. Selasar depan kelas, masjid sekolah, teras masjid, hingga selasar ruang guru dan ruang kepala sekolah disulap menjadi saf-saf tempat duduk murid. Memanfaatkan sarana yang tersedia, keterbatasan ruang justru melahirkan suasana kekeluargaan yang lebih erat dan hangat.

Acara dibuka dengan penuh energi oleh pembawa acara Asyfa Sabyla Al Fariha kelas 8.2, Sultan Irsyaad Ihsan Fauzi kelas 8.2 dalam bahasa Indonesia serta Kayyisa Alma Mazea Ali kelas 9.7 dalam bahasa Inggris yang dibantu oleh dentuman rebana dari Tim Hadroh. Suasana semakin syahdu saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah berkumandang oleh Balqis Alexia Kaviera dan Aurelia Nanda Azizzan kelas 7.5, menembus suara rintik hujan yang masih setia turun.

Karena Kepala Sekolah berhalangan hadir, beliau melaksanakan kegiatan bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, sambutan hangat disampaikan oleh Bapak Nurdin, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Beliau mengapresiasi keteguhan hati para murid yang tetap tertib meski kondisi tidak ideal. Kemeriahan berlanjut dengan penampilan story telling tentang Isra Mi’raj dan pembacaan puisi yang mampu menyentuh hati para pendengar oleh Ananda Putri Rahayu kelas 9.6 dan Syandana Reya Rizki kelas 7.6.

Puncak peringatan diisi oleh Ustadz Badri Zulfikar. Dalam ceramahnya, beliau menekankan bahwa esensi Isra Mi’raj adalah meneladani akhlak mulia Rasulullah.

“Menjaga shalat adalah tanda ketaqwaan, dan akhlak yang baik akan menjadi benteng bagi kalian dalam menjaga batasan pergaulan dengan lawan jenis,” pesan beliau di hadapan para siswa yang menyimak dengan saksama.

Menjelang akhir, seluruh murid diminta kembali berkumpul di lapangan. Meski rintik hujan kecil masih mengiringi, suasana justru terasa sangat magis dan khidmat saat doa mulai dilangitkan ke angkasa. Keikhlasan terpancar dari wajah-wajah guru dan murid yang memohon keberkahan.

Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama penceramah, panitia, para guru, dan pengisi acara. Bagi orang tua murid atau masyarakat yang ingin merasakan kembali syahdunya suasana ini, seluruh rangkaian acara dapat disaksikan melalui kanal YouTube One Tangsel.

Hujan hari itu bukanlah penghalang, melainkan saksi bisu bahwa di SMPN 1 Kota Tangerang Selatan, niat baik akan selalu menemukan jalannya.

Penulis: Ida Damayanti, S.Pd.,M.Pd.

Dokumentasi: Sekbid 6 OSIS UPTD SMPN 1 Tangsel

Editor Video: Ummi Fahriyah, S.Pd.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *