Tangerang Selatan – Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang belakangan ini melanda wilayah Tangerang Selatan, langkah antisipasi dan edukasi menjadi hal yang sangat krusial. Menyadari pentingnya hal tersebut, di bawah arahan langsung dan izin dari Kepala Sekolah, Bapak Alwi Sujatna, UPTD SMPN 1 Kota Tangerang Selatan melakukan kunjungan edukatif ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan.

Didampingi oleh Ibu Muti Munawaroh, Ibu Lia Indriati, Ibu Umi Fahriyah, dan Bapak Agus Suryo Purwoko, para murid hadir untuk menggali ilmu mitigasi bencana secara komprehensif langsung dari para ahli di bidangnya.

Perjalanan edukasi ini berawal dari koordinasi yang sangat baik. Proses pengajuan kunjungan melalui persuratan berlangsung singkat berkat respon cepat dari Bapak Asep Sopandi. Beliau dengan tangan terbuka menyambut keinginan SMPN 1 untuk belajar lebih dalam tentang keselamatan. Setibanya di lokasi, rombongan disambut dengan suasana kekeluargaan dan kehangatan oleh seluruh tim BPBD, yang membuat suasana belajar menjadi cair sejak awal.

Kunjungan ini terasa istimewa karena materi tidak hanya disampaikan dalam bentuk ceramah. Bapak Asep Sopandi beserta tim BPBD lainnya mengemas langkah-langkah pembelajaran secara sistematis dan atraktif. Murid-murid diperkenalkan pada peralatan penanggulangan bencana yang sangat lengkap dan memadai, mulai dari alat pelindung diri hingga armada penyelamatan.

Keseruan memuncak saat simulasi langsung dimulai. Murid-murid diajarkan secara mendetail mengenai tindakan penyelamatan saat terjadi gempa bumi dan banjir. Salah satu momen paling berkesan adalah saat edukasi menolong korban banjir menggunakan perahu karet. Di sana, para murid tidak hanya melihat, tetapi mempraktikkan langsung cara mendayung dengan irama yang benar serta bagaimana memposisikan korban di atas perahu secara aman.

Pembelajaran yang dikemas secara interaktif ini membuat waktu terasa berjalan sangat cepat. Raut wajah antusias terpancar dari setiap murid; mereka seolah tersentak ketika kegiatan harus berakhir karena terlalu asyiknya terlibat dalam setiap simulasi. Pengalaman belajar dengan narasumber profesional dan alat peraga asli memberikan perspektif baru yang tidak ditemukan di dalam ruang kelas biasa.

Setelah seluruh rangkaian informasi dan praktik selesai, kegiatan ditutup dengan momen kebersamaan melalui makan siang bersama. Tawa dan diskusi hangat antar murid menggambarkan rasa puas dan gembira atas ilmu baru yang mereka bawa pulang.

“Bencana mungkin datang tanpa mengetuk pintu, namun kesiapsiagaan adalah kunci untuk menjaga harapan tetap menyala. Di balik setiap simulasi yang kita pelajari hari ini, terselip sebuah nilai luhur: bahwa membantu sesama adalah panggilan kemanusiaan yang membutuhkan keberanian dan pengetahuan. Mari kita cintai alam, kenali ancamannya, dan siapkan strateginya demi masa depan yang lebih aman bagi kita semua.”

Penulis : Ida Damayanti, S.Pd.,M.Pd.

Dokumentasi : Umi Fahriyah, S.Pd.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *