TANGERANG SELATAN – Ada perpisahan yang tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga mewariskan keteladanan. Begitulah sosok Ibu Sri Suhartini, S.Pd., guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Kota Tangerang Selatan, yang telah mendedikasikan diri selama kurang lebih 26 tahun sebagai abdi negara dalam dunia pendidikan.
Perjalanan pengabdian beliau dimulai pada tahun 1998. Selama puluhan tahun, beliau telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan dan turut mendampingi tumbuh kembang generasi demi generasi peserta didik. Kini, masa pengabdian tersebut sampai pada penghujungnya, dengan berakhirnya tugas beliau pada 1 November 2026.
Sosok Ibu Sri mungkin bukan pribadi yang tidak banyak berbicara. Beliau dikenal pendiam, sederhana, dan bersahaja. Namun, di balik ketenangannya tersimpan integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme yang tinggi. Beliau tidak banyak menyampaikan nasihat melalui kata-kata, tetapi justru menunjukkan makna menjadi seorang guru melalui tindakan nyata.
Ketepatan waktu menjadi salah satu karakter yang selalu beliau tunjukkan. Hadir tepat waktu di sekolah, memasuki kelas sesuai jadwal, serta menjalankan setiap tanggung jawab dengan penuh kesungguhan merupakan kebiasaan yang konsisten beliau jaga. Dalam menjalankan tugasnya, beliau juga dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap seluruh peserta didik tanpa membeda-bedakan. Setiap murid mendapatkan perhatian dan perlakuan yang sama.
Bagi rekan-rekan sejawat, khususnya para guru yang lebih muda, Ibu Sri merupakan teladan yang berharga. Dalam diamnya, beliau mengajarkan bagaimana seorang pendidik seharusnya bersikap: menjaga integritas, menghargai tanggung jawab, bekerja secara profesional, dan senantiasa menempatkan kepentingan peserta didik sebagai bagian penting dari pengabdian.
Pengalaman dan dedikasi beliau dalam dunia pendidikan tentu tidak perlu diragukan lagi. Berbagai tugas tambahan yang dipercayakan kepadanya selalu beliau terima dan laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kesediaan untuk terus menjalankan amanah menjadi salah satu cerminan pengabdian beliau selama bertahun-tahun.
Senin, 26 Oktober 2026, menjadi hari yang istimewa. Pada kesempatan tersebut, Ibu Sri Suhartini mendapat tugas sebagai pembina upacara bendera. Momen ini terasa begitu bermakna karena menjadi salah satu kesempatan terakhir beliau berdiri di hadapan seluruh warga sekolah sebagai seorang pendidik aktif, menjelang berakhirnya masa tugas pada 1 November 2026.

Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan sederhana tetapi sarat makna kepada seluruh peserta didik, yaitu agar senantiasa menjaga adab dan ucapan. Pesan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh ilmu dan prestasi, tetapi juga oleh sikap, tutur kata, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Di penghujung amanatnya, beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat perkataan maupun perbuatan yang kurang berkenan. Amanat yang disampaikan dengan penuh ketulusan itu perlahan berubah menjadi momen yang mengharukan. Dengan berusaha menahan perasaan agar suaranya tetap terdengar jelas, beliau menyampaikan setiap pesan. Namun, isak tangis yang akhirnya tak terbendung membuat suasana upacara semakin terasa emosional.
Momen tersebut menjadi gambaran betapa besar cinta dan keterikatan seorang guru terhadap sekolah, rekan kerja, serta peserta didik yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Suasana haru semakin terasa ketika di penghujung upacara hadir sebuah kejutan istimewa dari peserta didik kelas 8.4. Mereka merupakan murid yang pernah menjadi anak wali kelas Ibu Sri ketika masih duduk di kelas VII, tepatnya di kelas 7.2.


Kejutan tersebut menjadi bukti bahwa perhatian dan ketulusan seorang guru tidak pernah benar-benar hilang dari ingatan murid-muridnya. Tahun boleh berganti, kelas boleh berpindah, tetapi kenangan tentang guru yang pernah membimbing dan mendampingi mereka akan tetap tersimpan.
Purnabakti bukanlah akhir dari sebuah pengabdian. Ia adalah penanda bahwa satu perjalanan panjang telah dituntaskan dengan penuh dedikasi. Selama 26 tahun, Ibu Sri Suhartini telah memberikan waktu, tenaga, pikiran, dan ketulusan untuk dunia pendidikan.
Terima kasih, Ibu Sri, atas setiap pelajaran yang telah diberikan, atas kedisiplinan yang dicontohkan, atas kepedulian yang ditunjukkan, serta atas tanggung jawab yang senantiasa dijaga. Mungkin tidak semua keteladanan beliau disampaikan melalui nasihat, tetapi banyak hal telah dipelajari melalui cara beliau menjalani profesi sebagai seorang guru.
Selamat memasuki masa purnabakti, Ibu Sri Suhartini, S.Pd. Semoga masa baru ini menjadi awal dari perjalanan yang penuh kebahagiaan, ketenangan, dan keberkahan bersama keluarga tercinta.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, umur yang berkah, kebahagiaan, serta kemudahan dalam setiap langkah. Semoga seluruh ilmu yang telah diajarkan, kebaikan yang telah ditanamkan, dan setiap ikhtiar dalam mendidik generasi penerus menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Semoga setiap murid yang pernah Ibu bimbing tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama. Dan semoga setiap langkah pengabdian yang telah Ibu lalui menjadi catatan kebaikan di hadapan Allah SWT.
Terima kasih, Ibu Sri. Dalam diam, Ibu telah mengajarkan banyak hal. Dalam keteladanan, Ibu akan selalu dikenang.
Salam hormat dan cinta dari keluarga besar SMP Negeri 1 Kota Tangerang Selatan.
Penulis : Ida Damayanti
Dokumentasi : Muhammad Idez Al Zuhri
